REVIEW JURNAL
PENGIMPLEMENTASIAN DATA WAREHOUSE SEBAGAI
LANDASAN SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN (ASPEK TEKNIS DAN NON TEKNIS)
Oleh :
Tanty Oktavia
Bina
Nusantara University, School of Information Systems, Jakarta – 11480, Indonesia
I.
Pendahuluan
a.
Latar
Belakang
Selama lebih dari se dekade,
perkembangan informasi mengalami peningkatan yang siginifikan. Begitupula dalam
bidang ekonomi, banyak perusahaan yang mulai meng-combine data-data mentah yang dimiliki berbagai divisinya, di
berbagai wilayahnya untuk mendapatkan keputusan strategis bagi kemajuan
perusahaan tersebut.
Akan
tetapi menganalisa data ini tidaklah mudah bila tidak adanya kemampuan untuk memahami akan aspek teknis dan non
teknis yang ada. Berdasar dari hal tersebut, maka perusahaan dituntut tidak
hanya memfokuskan hanya pada transaksi yang ada melainkan juga pada kegiatan
menganalisis dan mengawasi data yang ada.
b.
Permasalahan
Dalam
hal kebutuhan
pengambilan keputusan maka dibutuhkan kejelian untuk memilah data mana yang
diperlukan, data mana yang tidak diperlukan, mana data yang perlu untuk
dimaintain atau data mana yang bisa diabaikan dari sekumpulan data yang ada.
Akan tetapi bahkan dalam level managerial hal ini tidaklah mudah, khususnya
bila perusahaan yang akan mengambil keputusan sudah berlevel multinasional atau
bahkan multiinternasional. Sebab data yang ada tersebar di berbagai wilayah dan
divisi yang ada dan itu banyak. Bila tidak ada suatu integrasi akan data ini,
maka keputusan strategis yang menguntungkan perusahaan tentu susah ditemukan.
Sebab level managerial tidak mengetahui kebutuhan apa yang dibutuhkan divisi A,
atau langkah apa yang harus diambil agar divisi B menghasilkan untung besar.
Selain itu dalam perkembangannya konsep data warehouse telah berubah menjadi real time synchronization, dimana harus
ada dua masalah yang harus dihadapi yaitu :
-
Aspek
Teknis yang meliputi kebutuhan dasar perusahaan,
arsitektur data warehousenya, integritas data, dll
-
Aspek
Non Teknis yang meliputi skill user, prosedur, dll.
c.
Tujuan
Mengapa data warehouse dipilih sebagai
salah satu solusi? Sebab data warehouse tidak hanya mengintegrasikan data yang
ada untuk menghasilkan laporan berupa informasi melainkan juga untuk menjaga
data yang ada sehingga keabsahannya terjamin bila dipergunakan untuk masa yang
akan datang. Oleh sebab itu keputusan strategis yang terbaik bisa
didapatkan dengan akurat.
II. Pembahasan
Landasan Teori
Sebelum lebih jauh nampaknya kita perlu
untuk mengenali akan OLTP dan OLAP. OLTP
adalah sistem yang berorientasi proses yang memproses transaksi secara langsung
melalui komputer yang terhubung dengan jaringan. Dan sistem ini cukup
merumitkan bagi pengambilan keputusan sebab memiliki query yang rumit yang mungkin memubutuhkan waktu cukup lama untuk
mendapat jawabannya dan juga mungkin akan mengurangi performa dari OLTP, hal
ini dikarenakan dalam OLTP data yang ada bersifat detail yang masih membutuhkan
proses untuk merubahnya menjadi informasi.
Sedangkan OLAP adalah metode pendekatan untuk menyajikan jawaban dari permintaan
proses analisis yang bersifat dimensional secara cepat, yaitu desain dari
aplikasi dan teknologi yang dapat mengoleksi, menyimpan, memanipulasi suatu
data multidimensi untuk tujuan analisis. OLAP adalah sistem yang :
-
Subject Oriented, berorientasi pada subyek
siapa yang membutuhkan dan memakai data
-
Integrated,
terintegrasi data-data operasional dari beberapa sumber yang berbeda dimana
terkadang mengandung data-data yang tidak konsisten.
-
Time Variant, data
dalam data warehouse akan akurat dan valid dalam rentang waktu tertentu
-
Non Volatile, data
dalam data warehouse tidak terupdate secara real
time melainkan disajikan dari sistem
operasional secara periodik.
Berikut ini lebih dijelaskan akan perbedaan
OLTP dan OLAP
|
Karakteristik
|
OLAP System
|
Data Warehousing System
|
|
Tujuan utama
|
Mendukung proses operasional
|
Mendukung proses analisis
|
|
Usia data
|
Saat ini
|
Historis
|
|
Jenis data
|
Data real
time
|
Periodik
|
|
Bentuk data
|
Data yang mendetail
|
Data yang mendetail, juga data hasil
kesimpulan
|
|
Proses data
|
Insert,
update, delete dan query.
Transaksi langsung
|
Hanya sedikit query dan bukan merupakan transaksi langsung
|
|
Pelaporan
|
Mudah diprediksi, hanya satu dimensional,
statis
|
Tak terprediksi, multidimensional, dinamis
|
|
Pengguna
|
Banyak pengguna
|
Hanya pada level managerial
|
Arsitektur
dasar data warehouse (Rainer Jr & Cegielski, 2013)
-
Operasional Data Store
Menampung data
transaksaksional yang berupa detil data dan data real time
-
ETL (Extract Transform Load)
Untuk
mengektrak dan me-load data mentah
yang ada ke dalam data warehouse
-
Warehouse Manager
Menampilkan
seluruh operasi data dalam warehouse, dimana operasi yang ada meliputi : analisis
data untuk menjaga konsistensi, mentransformasi dan menggabungkan data
sementara ke dalam data warehouse, membuat indeks dan view dalam tabel,
melakukan denormalisasi, melakukan agregasi, back up dan arsip data
-
Query Manager
Menampilkan
semua operasi yang berhubungan dengan manajemen query pengguna.
-
Detailed Data
Untuk
menyimpan semua detil data yang ada, dimana terkadang detil data tidak disimpan
secara online tetapi dalam storage
khusus
-
Lightly and highly summarized data
Digunakan
untuk menyimpan semua data prematur yang dihasilkan oleh warehouse manager
-
Archive/backup data
Digunakan
untuk menyimpan data detil dan data olahan yang ditujuan untuk disimpan
-
Metadata
Digunakan
untuk menyimpan metadata yang digunakan oleh keseluruhan proses dalam warehouse
-
End user access tools
Digunakan
untuk menjembatani antara data warehouse dan pengguna.
Metode
Penelitian
Metode
penelitian yang dipakai ada 2 pendekatan yaitu Top Down Approach dan Bottom Up Approach. Top Down Approach berawal dari pengembangan
kebutuhan yang dimiliki perusahaan sedangkan Bottom Up Approach berawal dari sumber daya apa saja yang dimiliki
perusahaan. Metodologi Kimbal dapat langsung digunakan untuk menganalisis
pertanyaan akan proses loading,
pembersihan, komputasi, agregasi, dan integrasi. Metodologi ini berisi tentang
desain dari kualitas tujuan, evaluasi status yang ada, analisis dan
pengembangan kasus dan akhirnya evaluasi ulang akan rencana yang telah
tercapai. Dalam penelitian ini struktur yang ada dari pembuatan inferensi yang
sistematis dan secara obyektif mengidentifikasi atribut umum yang dibagikan.
III. Hasil Penelitian
Dalam pengimplementasian data warehouse terkadang mengalami berbagai kendala. Dimana kendala yang ada tersebut dapat diklasifikasian dalam 2 faktor dibawah ini.

|
Aspek Teknis
|
Aspek Non Teknis
|
|
Birokrasi Perusahaan
meliputi :
-
Politik dan
-
Kebutuhan pengembangan Sistem Pengambilan
Keputusan
|
Metodologi Data Warehouse
yang mungkin digunakan di perusahaan
|
|
Pengalaman Penggunanya
meliputi :
-
Teknik pendefinisian ER data dan normalisasi
yang terjadi
-
Pengaruh pakar
|
Pengukuran data meliputi :
-
Keamanan data
-
Performansi
-
Keberadaan data, kualitas dan integritas data
|
|
|
Tools yang digunakan antara
lain OLAP dan Data Mining
|
Dan
kendala-kendala yang ada ini dapat dihadapi dengan memberikan solusi baik atas
aspek teknis maupun non teknis sebagai berikut :
1.
Birokrasi
Perusahaan
Pengembangan
data warehouse bukanlah suatu proyek kecil melainkan sebuah proyek besar yang
membutuhkan data cukup banyak dan ini mungkin saja bersinggungan dengan
birokrasi perusahaan. Akan tetapi ini dapat diatasi dengan sosialisasi mendalam
atas seluruh divisi yang ada untuk kesatuan hati dalam pengembangan proyek
tersebut. Sebab tanpa sinergi antar divisi yang ada maka proyek ini mustahil
dihadapi
2.
Jasa
Pakar
Keberadaan
data warehouse tidak dapat dipisahkan oleh jasa para pakar yang ada di berbagai
bidang dalam perusahaan. Yang dapat dipetakan dalam 3 kemampuan pakar yaitu :
-
Kemampuan mengenali kegiatan bisnis yang ada,
berguna untuk memahami proses bisnis yang dilakukan perusahaan selama ini
sehingga data warehouse yang dikembangkan tidak mengalami ketidak sinergian
dengan sistem yang ada
-
Pengembangan data yang lebih mudah
ditransformasikan dengan data warehouse yang ada. Bentuk data yang kurang baik
menyebabkan susahnya penggunaan data tersebut menjadi informasi
-
Kemampuan secara teknis untuk pengembangan data
warehouse yaitu dalam pengembangan keamanan data, backup and recovery dalam pemakaian drive yang berbeda.
3.
Pengembangan
Metodologi
Tanpa mengenali metodologi
yang tepat bagi perusahaan yang ada maka data warehouse sulit untuk
dilaksanakan. Seperti yang dibahas di atas akan Top Down Approach dan Bottom
Up Approach maka suatu kesalahan bila menggunakan Bottom Up Approach bila perusahaan yang ada tidak memiliki suatu
kekuatan dari sumber daya yang ada.
4.
Pengembangan
Skema Data Warehouse
Tidak ada satu skema yang
cocok untuk semua model bisnis yang ada, sehingga perlu penyelarasan antara
bagian terkait dengan pengembang data warehouse agar tidak terjadi perubahan
prosedur yang mendasar dalam perusahaan yang ada.
5.
Pengukuran
Data
Apakah data itu aman,
performansinya (berhubungan dengan jasa pakar – pengembangan data), keberadaan
datanya apakah mudah diakses atau tidak, kualitas data, integritas datanya.
Semua ini harus diperhatikan agar data yang akan digunakan siap pakai dan mampu
di transformasikan untuk keperluan data warehouse.
6.
Tools
yang dipakai
Penggunaan tools yang dipakai
harus juga sesuai dengan kebutuhan akan data warehouse yang ada. Harus mampu
mengakomodir data-data yang ada, baik mengolah dan menjaganya.
IV. Kesimpulan
Pengembangan
data warehouse terlihat cukup membingungkan dan problematis, akan tetapi cukup
memberi keuntungan besar bila dengan benar dijalankan, khususnya sejak dapat
digunakannya dalam Sistem Pengambilan Keputusan pihak manajerial. Oleh sebab
itu peneliti merasa perlu untuk mengenali permasalahan yang timbul demi
tersusunnya data warehouse yang baik.
Dimana melalui penelitian ini peneliti telah merumuskan
dua aspek besar dalam klasifikasi permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan
data warehouse yaitu Aspek Teknis dan Aspek Non Teknis. Solusi yang ada dapat
disimpulkan sebagai Kemampuan Pengenalan
Proses Bisnis yang ada, pengolahan data untuk menjadi data yang siap pakai dan
penggunaan tools yang tepat. Diharapkan
dengan mengenali masalah-masalah beserta solusinya pengembangan data warehouse
akan lebih baik lagi.
V. Komentar
(2011420141) Iqbal Ramadhani Mukhlis
1.
Jurnal
pengimplementasian data warehouse sebagai
landasan sistem pengambilan keputusan (aspek teknis dan non teknis) menurut saya
sudah memenuhi aspek teknis dan non teknis karena dalam jurnal ini sudah
dijelaskan dengan detail menggunakan metode penelitian Top Down Approach dan Bottom Up Approach. Top Down Approach berawal dari pengembangan kebutuhan
yang dimiliki perusahaan sedangkan Bottom Up Approach berawal dari sumber daya
apa saja yang dimiliki perusahaan.
2.
Jurnal ini sebaiknya bisa dikembangkan sesuai
dengan judulnya yaitu sebagai pengimplementasian landasan Sistem Pendukung
Keputusan. Adakalanya jurnal ini hanya menjelaskan tentang pengenalan
permasalahan dan solusi bukan pengimplementasian data
warehouse secara praktis tidak seperti judulnya yang mengambil materi pengimplementasian

0 komentar:
Posting Komentar